4 Fakta Kemunculan Buaya di Pondok Dayung

      Comments Off on 4 Fakta Kemunculan Buaya di Pondok Dayung

Seekor buaya dengan panjang sekitar 3 meter muncul di kawasan Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Buaya tersebut masih terus diburu.

Kemunculan buaya tersebut terekam video hingga viral di media sosial. Video berdurasi 27 detik ini pun banyak disebarkan dalam pesan singkat.

Diburu TNI

Kepala Dinas Penerangan Koarmabar Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengatakan jajarannya berusaha memburu buaya yang muncul di Pondok Dayung, Jakarta Utara. Buaya itu pertama kali terlihat Kamis 14 Juni 2018 sore sekitar Pkl 17.30 WIB di Dermaga Pondok Dayung.

“Personel jaga melaksanakan tindakan perburuan dengan menggunakan senjata laras panjang dan menembak bagian belakang kepala buaya, kemudian tenggelam,” kata Agung.

PangKoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono telah memerintahkan Satkopaska, Dislambair serta prajurit satuan Koarmada I yang berada di Pondok Dayung untuk melaksanakan penyisiran terhadap keberadaan buaya tersebut.

Tujuannya untuk meminimalisir ancaman bahaya. Koarmada I juga telah menginformasikan pihak-pihak terkait untuk mewaspadai kejadian ini. Buaya itu muncul lagi di sebelah timur dari lokasi penemuan awal.

“Sampai dengan saat ini personel jaga masih melaksanakan penyisiran untuk mengantasipasi kemunculan buaya tersebut,” ujar Agung.

Ancol Minta Warga Tak Risau

Tabiat Buaya Senyulong malu-malu diberi makan di Penangkaran Buaya Dawuhan Kulon, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Corporate Communication Ancol Taman Impian Rika Lestari, meminta masyarakat tak risau terkait kemunculan buaya di area Dermaga Pondok Dayung, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Rika menerangkan, karakteristik buaya tersebut adalah jenis buaya muara yang hidup di air payau. Selain itu, area perairan Pondok Dayung terisolasi dengan umum dan berjarak sekitar 6 km dari pantai Ancol.

“Kecil kemungkinan buaya tersebut akan berenang ke arah Ancol,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat 15 Juni 2018.

Kendati demikian, pengelola tetap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Pengaman pantai (life guard) terus berjaga 24 jam untuk mengawasi aktivitas di area pantai. Selain itu, terus berkoordinasi dengan pihak Satuan Kopaska Pondok Dayung,” ujar dia.

Rika mengutarakan, sesuai standar operasi (SOP), pengamanan di area pantai juga telah dipasang jaring di area beach pool agar pengunjung nyaman. Karena itu, masyarakat tidak perlu takut.

Sandi Minta Buaya Jangan Dibuat Satai

Buaya Papua di Penangkaran Buaya Kedungbanteng, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta buaya yang tiba-tiba muncul di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara, tidak disakiti. Dia pun berharap buaya itu tidak dibunuh.

“Yang saya inginkan jangan langsung disakiti. Jangan dibunuh-bunuh, jangan dibuat satai atau apa satai buaya kan enak katanya. Katanya,” ujar Sandiaga, di Rumah Dinas Gubernur DKI, Jakarta Pusat, Jumat 15 Juni 2018.

Sebagai gantinya, Sandiaga meminta masyarakat untuk melaporkan ke pemadam kebakaran jika melihat kemunculan buaya tersebut. Dia menjelaskan, damkar memang biasa menangani hewan-hewan berbahaya, seperti ular.

“Kita akan koordinasi. Tolong dilaporkan saja, terus nanti dipastikan ditangani dengan baik dan jangan sampai menimbulkan kewaswasan di masyarakat,” ucap Sandiaga.

Namun dia mengaku, kemunculan buaya secara tiba-tiba ini belum pernah terjadi. Sandiaga pun menyatakan pihaknya akan mengecek, apakah sebelumnya ada kasus buaya keluar dari habitatnya di kawasan itu.

Orang nomor dua di DKI itu pun mengerti bahwa peristiwa kemunculan buaya membuat masyarakat waswas.

“Karena kita kan dialiri 13 badan sungai. Masyarakat pasti kan waswas kalau misalnya dalam kegiatannya itu buaya-buaya tersebut bisa mengancam keselamatannya,” imbuh Sandiaga.

3 dari 4 halaman

Kondisi Aman

Sandiaga Uno juga memastikan kondisi aman, terkait kemunculan buaya secara tiba-tiba di Dermaga Pondok Dayung, Jakarta Utara. Menurut dia, pihaknya tengah melakukan pengecekan terkait peristiwa itu.

“Katanya baru di-apprehend sama teman-teman Armabar (Armada Angkatan Barat, TNI Angkatan Laut). Kita lagi cek sekarang. Tapi ya bisa dipastikan aman lah,” ujar Sandiaga, Sandiaga.

Dia menjelaskan, munculnya hewan buas itu tidak mengancam masyarakat di sekitarnya karena tidak berada di tempat rekreasi.

“Tapi tempat Tanjung Priok, di tempat berlabuhnya kapal-kapal milik armada barat,” ucapnya.

Menurut Sandiaga, kemunculan buaya secara tiba-tiba di lokasi yang jauh dari keramaian tersebut memang sebuah fenomena baru.

“Jadi ini perlu kita coba cek sama ahlinya,” imbuhnya.

Sandiaga mengatakan, hal itu perlu dilakukan untuk melihat apakah kemunculan buaya tersebut diakibatkan oleh terganggunya habibat mereka, atau karena terjadinya perubahan rantai makanan.

“Sehingga dia nyari makannya keluar. Ini nanti kita kontak sama ahli-ahli di DKPKP (Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan) sama teman-teman, kalau yang biasanya menanggulangi gitu kan damkar ya,” kata Sandiaga.