5 Masalah Utama yang WAJIB Dibenahi Pada Industri Smartphone Masa Depan

5 Masalah Utama yang WAJIB Dibenahi Pada Industri Smartphone Masa Depan

      Comments Off on 5 Masalah Utama yang WAJIB Dibenahi Pada Industri Smartphone Masa Depan

Dunia internet disemarakkan oleh hadirnya iPhone X dan iPhone 8. Di balik semua kritik terhadap produksi dan sistem dari kedua iPhone teranyar itu pun tak membuat penggemar setia iPhone terlalu peduli. Terbukti dengan jumlah pre order yang hampir melebihi 50 juta unit. Wow banget ya sob.

Ga mau kalah sama rivalnya, Samsung terus menelurkan beberapa generasi terbaru seperti Galaxy Note 8 yang ingin dibandingkan dengan iPhone 8. Jumlah pre ordernya pun seantusias pre order iPhone. Walaupun semua berlomba-lomba menghadirkan sistem canggih, namun berikut 5 masalah yang harus dibenahi pada industri Smartphone di masa depan.

5 Masalah Utama yang WAJIB Dibenahi Pada Industri Smartphone Masa Depan

1. Inovasi

Inovasi Smartphone

Di balik semua model smartphone yang berlayar lebar, memiliki kamera canggih, prosesor cepat serta memori yang besar, ternyata inovasi yang dikembangkan belumlah cukup. Para produsen smartphone seolah menggunakan trik-trik agar konsumen selalu membeli model terbaru terus.

Para produsen smartphone harus terus berinovasi bukan hanya sekadar melengkapi fitur handphone atau tampilan keren saja tapi berkontribusi untuk membuat kehidupan digital pengguna semakin mudah.

2. Konsen Pada Keamanan dan Privasi Pengguna

Meningkatkan Keamanan dan Privasi Pengguna

Pernah ga, ada yang bilang ke kamu sob bahwa semua hidup kamu itu ada di smartphone yang kamu pegang. Mulai dari email kantor, daftar kontak semua relasi, teman-teman sampai keluarga, semua aplikasi food delivery dan mobile banking ada semua di smartphone kamu.

Terus kebayang kan paniknya kalo smarphone kamu tiba-tiba hilang dicuri atau tiba-tiba semua data-data kamu di-hack orang, pin mbanking kamu diretas sehingga si hacker bisa dengan enaknya membobol rekening kamu. Nah, masalah keamanan dan privasi pengguna ini masih jadi PR besar dan sampai sekarang solusinya ada pada kamu sendiri. Jangan memberitahukan kode OTP pada aplikasi apa pun dan pin harus diacak sesering mungkin.

3. Kurangnya Standar Universal

Kurangnya Standar Universal

Standar universal untuk produksi smartphone belum ada. Beberapa merek smarphone seperti Apple, LG, Haier dan beberapa mereka lainnya menggunakan teknologi mikrokosmos yang ditanamkan di smartphone mereka. Sedangkan standard produksi lain sudah diterapkan oleh Samsung dan Huawei dalam segi Airfuel.

Selain Samsung dan Huawei, Duracell, Lenovo dan HP juga menggunakan Airfuel. Ketika berbicara tentang pengoperasian teknologi, beberapa masih ada keluhan, seperti kurangnya ketajaman layar sampai kekuatan kecerahan layar.

4. Kesalahan Manufaktur

Kesalahan Manufaktur

Kamu pasti punya android atau iPhone, begitu juga dengan teman-teman kamu. Masing-masing yakin dengan keunggulan dari smartphone yang mereka miliki. Tapi tahu ga kamu bahwa sebuah laporan penelitian menyatakan bahwa kesalahan produksi dari android mencapai 25 persen dari total produksi di dunia.

Nah buat kamu pemilik iPhone boleh berbesar hati nih karena kesalahan produksi ternyata hanya berjumlah 12 persen. Tentu saja kesalahan produksi ini berakibat fatal pada konsumen yang sudah menaruh kepercayaan untuk membeli suatu produk smartphone. Beberapa kasus yang sempat viral di antaranya meledaknya Galaxy Note 7 atau suara tidak sempurna dari iPhone. Kalo kamu kebetulan dapat smartphone yang tidak sebagaimana mestinya, kamu harus secepatnya mengembalikan produk tersebut dan minta penggantiannya.

5. Permasalahan Baterai

Permasalahan Baterai

Kerja smartphone yang berat itu harus ditunjang dengan baterai yang mumpuni, tapi sayangnya banyak merek smartphone masih bermasalah dalam kualitas baterai. Beda banget jika dibandingkan saat zaman Nokia 3310 yang hanya dipakai untuk telepon atau mengirimkan SMS.

Bayangin baterai Nokia 3310 saat itu bisa bertahan seminggu. Sekarang? Banyak orang ga lengkap rasanya punya smartphone tapi ga punya powerbank karena mereka sepenuhnya sadar dengan beban aplikasi yang dipakai lebih dari satu, layar lebar smartphone belum lagi baterai juga diperlukan untuk konektivitas.