Buat Para Pria, Ini Alasan Kenapa Wanita Tega Mendua Dari Pasangannya

Buat Para Pria, Ini Alasan Kenapa Wanita Tega Mendua Dari Pasangannya

      Comments Off on Buat Para Pria, Ini Alasan Kenapa Wanita Tega Mendua Dari Pasangannya

Menjaga dan mempertahankan hubungan memang gampang-gampang susah. Gampang bagi mereka yang memang memiliki rasa kepercayaan kuat satu lain, gampang bagi mereka yang selalu sabar dan tabah menerima kekurangan maupun kelebihan pasangan, gampang bagi mereka yang sama-sama kuat membangun suatu hubungan. Dan terasa susah bagi mereka yang rentan diterpa berbagai masalah, susah bagi mereka yang mudah marah juga susah bagi mereka yang tak mau saling mengalah.

Ketika suatu hubungan sudah goyah, tidak jarang hal ini akan menyebabkan munculnya pengkhianatan di dalamnya. Munculnya sikap mendua baik di sisi pria maupun wanita. Banyak alasan kenapa pria maupun wanita akhirnya tega mendua dan mengkhianati pasangannya. Untuk para wanita sendiri, ada beberapa alasan kenapa ia sampai tega mendua dari pasangannya.

Ini beberapa alasan tersebut.

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Cinta memang perasaan yang tak bisa dipaksakan. Jika memang seorang wanita tidak memiliki cinta pada pasangannya, akan sulit membuatnya setia. Wanita adalah makhluk yang mudah perasa dan memutuskan segalanya sesuai kata hatinya.

Pasangan Kasar
Sebagai makhluk yang suka akan keramahan, kelembutan dan kesabaran, wanita penting diperlakukan dengan lembut juga. Dan ketika pasangannya adalah sosok yang kasar, mudah marah serta tidak menghargainya, sebaik dan setulus apapun dia, tidak kecil kemungkinan menjadikannya mendua dan mencari sandaran yang lebih menghargainya.

Kurang Perhatian
Wajib bagi para pria untuk memberikan perhatian terbaik mereka pada wanitanya. Karena apa? Karena wanita bisa sangat mudah mendua ketika ia tidak mendapat perhatian dari pasangannya. Ia akan mudah mendua ketika merasa dirinya kesepian dan tak berarti apa-apa di mata pria yang dihormatinya sebagai pasangannya.

Tidak Ada Rasa Perlindungan
Setegar dan setangguh apapun wanita, ia tetap membutuhkan perlindungan dari pasangannya. Ketika tak ada rasa perlindungan tersebut, kemungkinan besar ia akan mendua dan mencari perlindungan lain di luar sana.

Pasangan Terlalu Posesif
Sudahkah para wanita diberi ruang cukup untuk menjadi dirinya sendiri? Menggeluti hobinya dan meluangkan waktunya untuk berkreasi sesuai passionnya? Kadang, tidak sedikit wanita yang kehilangan jati dirinya karena pasangan yang terlalu posesif, terlalu mengatur dan tidak memberikan ruang sendiri padanya. Sikap posesif dari pria di awal mungkin bisa diterima, tapi jika ini terus menerus dilakukan, ini justru bisa membuat wanita stres, depresi hingga mendua.

Tidak Ada Komitmen
Dalam suatu hubungan, komitmen adalah hal paling penting. Ketika dua orang di dalamnya sama-sama telah berkomitmen untuk bersama dan menerima satu sama lain, hubungan bisa berjalan dengan baik. Tapi, ketika tidak ada komitmen di antara keduanya atau di salah satu pihak khususnya pria, ini akan membuat wanita rentan mendua dan mencari pria lain yang memastikan akan membuatnya lebih bahagia dan jelas mengakui status mereka berdua.

Kurangnya Komunikasi
Komunikasi adalah kunci utama hubungan berjalan dengan baik. Ketika tidak ada komunikasi yang baik, baik pria maupun wanita akan rentan mendua dan mencari partner yang lebih membuat mereka nyaman.

Masalah Ekonomi
Memang, masalah ekonomi tak melulu menjadi penyebab retak atau hancurnya hubungan. Tapi bukan berarti masalah ekonomi akan membuat para wanita betah dengan pasangannya. Dalam banyak kasus, para wanita meninggalkan kekasih atau suaminya karena tidak didukung dengan ekonomi yang mencukupi.

Bosan
Hubungan yang monoton, tak ada kejutan-kejutan manis di dalamnya, tak ada perkembangan yang membuat keduanya semakin dekat, ini juga rentan membuat wanita tega mendua.

Itulah sedikitnya beberapa alasan yang membuat wanita tega mendua dari kekasihnya. Demi terjalinnya hubungan yang manis, romantis dan langgeng, penting bagi keduanya untuk tetap saling percaya, komitmen dan mencoba menjadi yang terbaik antara satu dengan lainnya.