Google Kucurkan Rp 7,7 Triliun untuk JD.com

      Comments Off on Google Kucurkan Rp 7,7 Triliun untuk JD.com

Pada momen liburan kali ini, ada kabar menggembirakan bagi JD.come-Commerce asal Tiongkok.

Dilansir Reuters, Senin (18/8/2016), Google menanamkan investasi senilai US$ 550 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun pada kurs saat ini.

“Kemitraan dengan Google membuat banyak kemungkinan semakin terjangkau untuk menawarkan pengalam ritel luar biasa bagi pelanggan di seluruh dunia,” ujar pernyataan Jianwen Liao, Chief Strategy Officer JD.com.

Investasi tersebut merupakan bagian dari strategi Google dalam memperluas kehadirannya di pasar Asia yang sedang berkembang pesat sekaligus melawan dominasi Amazon.

Sebelumnya, Google juga sudah berinvestasi pada Go-Jek, dan setelahnya diperkirakan akan menanam modal juga di Flipkart asal India.

Sementara itu, bagi JD.com, investasi Google menandakan babak baru dalam melawan dominasi Alibaba di dalam dan luar negeri yang diperkuat dengan sokongan Softbank Group dari Jepang.

JD.com turut berharap, kemitraan ini bisa memakai analytics dan daya jangkau Google yang luas untuk dikombinasikan dengan kemampuan JD.com dalam bidang logistik dan manajemen inventaris.

Selain itu, berkat pengaruh Google, JD.com diprediksi bisa melebarkan pengaruhnya ke luar Asia, seperti pasar Eropa.

Kehadiran JD di Indonesia

Hasil gambar untuk jd.id

Di Indonesia, JD.com telah hadir dengan nama JD.ID.

Kiprah JD.ID di pasar Indonesia memang masih terbilang muda. Pemain e-Commerce yang berafiliasi dengan perusahaan asal JD.Com tersebut baru berusia baru menginjak usia kedua di tahun ini.

Meski terbilang anyar, JD.ID mengaku siap menggarap pasar Indonesia dengan serius. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatkan layanannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.

Head of Corporate Communications and Public Affairs JD.ID, Teddy Arifianto, menuturkan JD.ID kini berfokus untuk meningkatkan cakupan layanannya di seluruh Indonesia. Salah satunya dilakukan dengan menambah jumlah warehouse.

Menurut Teddy, dari 5 warehouse yang ada saat ini, JD.ID berencananya setidaknya menambah 8 hingga 10 warehouse lagi hingga akhir tahun. Lokasi tersebut akan tersebar di seluruh wilayah, termasuk Papua.

“Kami memang memiliki rencana untuk membangun warehouse di Papua, sebab permintaannya memang ada. Dengan keberadaan warehouse, tentu akan mengurangi biaya logistik dan mempecepat proses pengiriman,” tuturnya saat bertemu dengan awak media di Jakarta..

Namun, ia memang masih belum dapat memastikan kapan warehouse tersebut akan dibangun. Untuk saat ini, wilayah Indonesia timur sendiri masih dilayani oleh warehouse JD.ID yang berada di Makassar dan Surabaya.

Fokus Perkuat Warehouse

Hasil gambar untuk ilustrasi bisnis

Menurut Teddy, konsep yang ada di JD.ID ini memang mengambil model dari JD.Com Jadi, seluruh layanan dan prosedur yang ditawarkan dibangun sendiri seluruhnya.

Corporate Vice President JD.Com, Gloria Li, yang turut hadir menuturkan, model semacam ini menang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang. Namun, untuk jangka panjang, hasil dari model ini tak akan mengecewakan.

“JD.Com dibangun mulai dari awal sendiri, memang butuh waktu, tapi dengan cara ini, kami dapat mengontrol langsung kualitas layanan yang ditawarkan dan memperoleh kepercayaan berlipat dari konsumen,” tuturnya.

Di Tiongkok sendiri, upaya tersebut telah membuahkan hasil, sebab sejumlah merek mewah kenamaan mulai menjual produknya di JD.Com. Hadir dengan nama Toplife, platform tersebut menyediakan produk dari La Perla, Emporio Armani, Rimowa dan Trussard.