Hacker Curi Data Pasien Klinik Bedah Plastik, Ancam Sebar Foto

Hacker Curi Data Pasien Klinik Bedah Plastik, Ancam Sebar Foto

Klinik bedah plastik yang sering dikunjungi para selebriti bahkan keluarga Kerajaan Inggris di London telah diretas. Grup hacker bernama Dark Overlord dilaporkan mencuri foto dan informasi sensitif mengenai pasien klinik, termasuk para selebriti dan keluarga kerajaan.

Para hacker meminta tebusan dengan mengancam bakal menyebarkan foto-foto hasil retasan tersebut. “Kita akan membagikan semuanya ke setiap orang. Dunia belum pernah melihat ‘sampah’ bedah plastik seperti ini,” demikian pernyataan Dark Overlord.

Foto yang telah diretas berisikan informasi perkembangan genital dan payudara pasien. Kelompok hacker mengklaim penyerangan di klinik London Bridge Plastic Surgery (LBPS) meretas data hingga hitungan terabyte (TB).

“Kami meiliki terabyte data termasuk nama dan sebagainya. Ada beberapa keluarga kerajaan di sini,” aku perwakilan Dark Overlord kepada LBPS, seperti dikutip sebarkanlah .club  dari BGR, Rabu (25/10/2017).

Dark Overlord mengaku mereka mendapatkan beberapa grafis dan foto close-up serta pembedahan genital pria dan wanita dari para pasien LBPS. Mereka juga memiliki foto pasca-operasi pasien dan beberapa foto wajah pasien.

Kelompok peretas Dark Overlord pertama kali muncul pada 2016. Sebelumnya mereka membobol informasi individu ataupun organisasi termasuk sekolah, pusat kesehatan, bahkan produksi film yang sedang digarap oleh Netflix.

LBPS membenarkan kabar ini. Mereka mengonfirmasi bahwa data mereka telah dretas.

“Sistem keamanan kami telah diretas dan data-data yang kami miliki telah dicuri,” kata LBPS.

LBPS menambahkan bahwa mereka khawatir para hacker saat ini sedang menargetkan pasien mereka. Mereka mengatakan bahwa keamanan dan kerahasiaan pasien adalah keutamaan di klinik tersebut.

“Keamanan dan kerahasiaan pasien selalu menjadi yang terpenting bagi kami. Kami membeli teknologi paling canggih sebagai pelindung data dan sistem kami yang selalu diperbarui (update) setiap hari,” jelas LBPS.

Pihaknya mengaku menyayangkan kejadian ini terjadi di klinik mereka. Kejadian ini tengah diinvestigasi oleh detektif dari Kepolisian Metropolitan London dan ahli IT.