Harga Rusun di Stasiun Mulai Rp 200 Juta, Bisa DP 1%

FINANCE – Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang akan dimulai pembangunannya oleh Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) akan dijual mulai dari Rp 200 juta dengan uang muka 1%.

Sedikitnya ada dua lokasi rusunami yang akan dibangun Perumnas bulan ini, yaitu di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina.

Rusunami yang dibangun Perumnas terbagi ke dua jenis, yaitu subsidi dan non subsidi. Untuk rusunami bersubsidi tipe studio dijual mulai Rp 200 juta dan tipe one bedroom Rp 250 juta dengan uang muka mulai dari 1%.

“Uang mukanya ini antara 1-5% dari total harga nanti total harga sekitar Rp 200 juta kalau studio, kalau one bedroom Rp 250 juta. Uang mukanya bisa 1-5% karena BTN yang beri uang muka 1% tapi ada kriteria tertentu, biasanya market group atau dari PNS,” jelas Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir saat berbincang di , Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Kategori rusunami bersubsidi diberikan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah Rp 7 juta per bulan dan belum memiliki tempat tinggal. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak termasuk kategori tersebut bisa memiliki rusunami dengan skema KPR non subsidi.

“Kriterianya ya misalnya dia belum pernah punya rumah. Jadi ada dua persyaratan yang berat, belum punya rumah yang kedua gaji maksimum 7 juta yang subsidi, yang di atas itu atau sudah punya rumah masuknya ke KPR komersil,” tutur Nawir.

Untuk kategori non subsidi alias komersial, rusunami tipe one bedroom dihargai mulai dari Rp 300 juta dan untuk two bedroom sekitar Rp 400 juta. Uang muka yang harus dibayarkan untuk memiliki rusunami dengan skema KPR non subsidi minimal 20% dari harga rusunami.

“Uang mukanya kalau non subsidi aturan sekarang 20%, kalau harga misalnya Rp 300 juta ya berarti Rp 60 juta,” ujar Nawir.