Dokter Ini Kritisi Jarum Infus yang Dipakai Setnov Ternyata untuk Bayi: Perlu Diganti yang Dewasa

Heboh Dokter Ini Kritisi Jarum Infus yang Dipakai Setnov Ternyata untuk Bayi: Perlu Diganti yang Dewasa

      Comments Off on Heboh Dokter Ini Kritisi Jarum Infus yang Dipakai Setnov Ternyata untuk Bayi: Perlu Diganti yang Dewasa

Heboh – Kecelakaan yang dialami oleh Ketua DPR RI Setya Novanto masih menjadi pembahasan hangat bagi publik.

Seperti yang dikabarkan sebelumnya, pascakecelakaan pada Kamis (16/11/2017), Setya Novanto langsung dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Namun, setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit tersebut, Setya Novanto pun kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat (17/11/2017).

Kepindahannya ini lantaran alat Magnetic Resonance Inaging (MRI) di RS Permata Hijau rusak.

Bahkan sempat terjadi keributan di RS Permata Hijau saat Setya Novanto dipindahkan.

Kini, segala pergerakan Setya Novanto dipantau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mulai dari pihak berwenang hingga netizen pun turut mengikuti sepak terjang Setya Novanto.

Bahkan, tak sedikit netizen yang terus membeberkan kejanggalan-kejanggalan yang tertangkap dari peristiwa kecelakaan Setya Novanto ini.

Banyak yang mengupas kejanggalan mulai dari keterangan yang berbeda antara saksi dan pengacara.

Mobil Toyota Fortuner yang digunakan oleh Setya Novanto.

Luka yang dialaminya bahkan hingga ada netizen yang berprofesi sebagai seorang dokter yang menemukan kejanggalan pada jarum infus yang digunakan Setya Novanto saat masih dirawat di RS Permata Hijau.

Kejanggalan tersebut diungkapkan oleh akun Facebook bernama dr. Wahyu Triasmara (Dokter Sahabat Anda) pada Jumat (17/11/2017).

Melalui unggahannya tersebut, ia mengkritisi jarum infus yang digunakan Setya Novanto.

Menurutnya, jarum infus yang digunakan Setya Novanto adalah jarum infus untuk ukuran bayi atau anak-anak.

Oleh karena itu, ia juga sempat meminta rekan sejawatnya yang bertugas merawat Setya Novanto untuk mengganti jarum infus yang ukuran dewasa.

Kami doakan semoga Bapak Setnov lekas sembuh dari musibah yg beliau alami.

Hanya saran sedikit buat tmn2 sejawat yg bertugas merawat beliau mungkin jarum infusnya perlu diganti utk yg dewasa karena setahu kami yg dipakai seperti utk bayi/anak.” tulisnya dalam keterangan fotonya.

Diketahui, jarum infus yang digunakan di rumah sakit memang memiliki ukuran dan warna tersendiri berdasarkan usia pasiennya.

Jarum infus dalam medis disebut sebagai abocath secara umum diberi warna yang berbeda-beda agar mempermudah petugas mengenali ukuran abocath yang diperlukan.

Semakin rendah ukuran abocath, maka semakin besar jarum abocath.

Abocath ukuran 16G berwarna abu-abu digunakan untuk dewasa, bedah mayor, dan trauma.

Ukuran 18G berwarna dewasa digunakan untuk anak dan dewasa.

Ukuran 20G berwarna merah muda digunakan untuk anak dan dewasa, sesuai untuk kebanyakan cairan infus, darah, komponen darah, dan infus kental lainnya.

Ukuran 22G berwarna biru digunakan untuk bayi. anak, dan dewasa usia lanjut.

Sementara ukuran 24G berwarna kuning digunakan untuk Nenonatus, bayi dan anak-anak.

Jarum infus
Jarum infus (Facebook)

Sementara itu, terpantau Setya Novanto menggunakan jarum infus berwarna kuning yang notabene adalah ukuran jarum yang digunakan untuk bayi.

Dokter kritisi jarum infus yang digunakan Setnov
Dokter kritisi jarum infus yang digunakan Setnov (Facebook)

Akun Facebook dr.Wahyu Triasmara ini pun juga mengungkapkan dalam komentarnya bahwa unggahannya tersebut tidak ada unsur menghina.

Ia hanya mengingatkan penggunaan abocath infus yang kurang pas dalam mengaplikasinya.

“Maaf bapak pengacara bapak polisi saya tidak ada unsur menghina disini justru mendoakan pak Setnov dan mengingatkan penggunaan abocath infus yg barangkali kurang pas aplikasinya.” tulisnya.

Tak hanya itu, ia juga memberikan penjelasan tentang riwayat penggunaan jarum infus Setya Novanto sebelum terjadinya kecelakaan ini.

 

Sontak, unggahan ini pun langsung mendapatkan tanggapan yang beragam dari para netizen.

Otong Hendar: “Terciduk… mksh dokter… suster atw siapapun yg telah pasang jarum infus… mreka bukan tdk ngerti… tp itu ad pesan yg ingin disampaikan krn mngkin ktdk berdayaan mlawan printah atasan”

Firmansyah: “Ini baru Dokter tidak membodohi orang lain. Benar bilang benar. Salah bilang salah..”

Ayuga Suwandi: “Pake abocath, neovlon ataupun vasofix klo yg wrnanya kuning ttep aja fungsinya untuk pasien bayi dan anak.. Hmm mngkin pembuluh darahnya mungil”