Mengharukan Pengorbanan Dokter Ini! Rela Tidak Temui Ayahnya Saat Terakhir demi Selamatkan Pasien!

Heboh Mengharukan Pengorbanan Dokter Ini! Rela Tidak Temui Ayahnya Saat Terakhir demi Selamatkan Pasien!

      Comments Off on Heboh Mengharukan Pengorbanan Dokter Ini! Rela Tidak Temui Ayahnya Saat Terakhir demi Selamatkan Pasien!

Heboh – Bekerja sebagai dokter memang dikenal profesi yang sangat mulia karena dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

Bahkan dokter juga tidak akan mementingkan dirinya sendiri dan berkorban untuk bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.

Seperti kisah dokter yang satu ini, ia rela mengorbankan waktunya untuk tidak melihat ayahnya untuk terakhir kali karena harus mengoperasi pasiennya.

Ia bisa saja meninggalkan tanggung jawabnya demi kewajibannya sebagai seorang anak, namun ia tidak memilih itu.

Ia memutuskan untuk tetap menyelesaikan opersai tersebut.

Melansir dari World of Buzz pada Senin (6/11/2017), dokter yang berhati mulia ini bernama Zhang Xinzhi (55) dari Anhui, Cina, dan ia menyadari bahwa ayahnya juga dalam kondisi yang kritis.

Sebelum melakukan operasi, Zhang mengunjungi sang ayah dan mengatakan bahwa dirinya dibutuhkan segera di ruang operasi.

Sang ayahpun mau mengerti dan memberinya senyuman serta anggukan sebelum Zhang pergi.

Namun, saat ia bersiap untuk operasi, Zhang menerima kabar bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Zhang saat menjalani operasi
Zhang saat menjalani operasi

 

Zhang pun memutuskan untuk tetap kuat dan menahan air matanya untuk tetap melanjutkan operasi terlebih dahulu karena ia sadar dengan tanggung jawabnya atas kehidupan pasiennya.

Selama operasi berlangsung, dia menerima beberapa panggilan telepon genggamnya namun terus diabaikan.

Ia lebih memilih untuk memusatkan perhatiannya pada sang pasien.

Dua jam kemudian, operasi pun berhasil dilakukan dan akhirnya Zhang sudah tidak bisa lagi menahan kesedihannya.

Zhang berjalan keluar dari ruang operasi dan tangisnya pecah, yang mengejutkan, rekan-rekannya tidak mengetahui jika Zhang baru saja kehilangan ayahnya.

Zhang sendiri adalah seorang dokter terkenal dengan pengalaman lebih dari 33 tahun.

Zhang saat terus dihubungi keluarganya perihal kepergian sang ayah.
Zhang saat terus dihubungi keluarganya perihal kepergian sang ayah. 

Pada hari itu, saya benar-benar sedih, saya sedih tidak bisa mendampingi ayah saya. Saya merasa sangat bersalah karena tidak bisa menemuinya di saat-saat terakhir, tapi saya seorang dokter dan menyelamatkan nyawa pasien juga penting” ungkap Zhang.

Tindakannya tersebut pun menuai pujian dari berbagai pihak.

Namun, dengan rendah hati, Zhang mengatakan bahwa dia yakin setiap dokter akan melakukan hal yang sama.

Meskipun saya menyesal tidak bertemu dengannya (sang ayah) untuk terakhir kalinya, saya tahu dia akan mengerti dan mendukung keputusan saya karena dia tahu bahwa saya bukan hanya anaknya, tapi saya juga milik pasien” tambahnya.