Hindari Kalimat Ini Saat Marah Pada Anak

Hindari Kalimat Ini Saat Marah Pada Anak

      Comments Off on Hindari Kalimat Ini Saat Marah Pada Anak

Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Salah satu tantangannya adalah saat anak-anak melakukan hal yang membuat orang tua kesal sehingga orang tua melontarkan kalimat yang menyakitkan. Para orang tua, berikut ini beberapa kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan pada anak, dilansir dari laman parenting:

“Jangan ganggu, Ibu/Ayah sibuk”

Sekilas tak ada yang salah dengan kalimat ini, apalagi ketika diucapkan dengan nada yang normal, bukan dengan anda yang marah. Namun ternyata hal ini memiliki efek negatif pada anak. Kalimat ini bisa membuat anak merasa kehadirannya tidak diinginkan.

Jika Anda benar-benar sibuk sementara anak butuh perhatian, Anda bisa mengalihkannya pada aktivitas atau mainan kesukaannya. Setelah kesibukan Anda selesai, hampiri anak Anda dan habiskanlah waktu bersamanya.

“Jangan menangis!”

Kalimat ini tentu sering dilontarkan pada anak untuk menenangkan mereka. Menurut Debbie Glasser, psikolog anak, kalimat tersebut akan membuat anka merasa bahwa sedih atau menangis adalah hal yang tidak umum. Padahal menangis merupakan salah satu bentuk ekspresi dari emosi manusia yang wajar.

Untuk mengatasi anak yang menangis, sebaiknya tanyakan pada anak Anda apa yang menyebabkannya menangis. Jika ia menangis karena larangan Anda, maka jelaskan bahaya dari keinginannya. Jika ia menangis karena perlakuan teman-temannya yang kasar, katakan padanya bahwa perlakuan teman-temannya tidak baik. Dengan begitu, anak akan belajar tentang empati dan memahami perasaan orang lain.

Membanding-bandingkan anak
Kalimat-kalimat seperti “Temanmu sudah bisa makan sendiri, kok kamu belum?” atau “Kakakmu bisa, kenapa kamu gak bisa?” mungkin diucapkan orang tua untuk memotivasi anak. Namun nyatanya, kalimat-kalimat ini justru membuat anak tertekan dan kurang percaya diri. Jika anak sedang kesulitan menghadapi sesuatu, bantu ia menyelesaikan masalahnya dan ketika ia sudah bisa menyelesaikannya sendiri, beri pujian atau pelukan yang membuatnya bahagia.

“Kamu selalu seperti itu”
Jenn Berman PhD, seorang psikoterapis mengatakan bahwa kalimat seperti “Kamu selalu lupa” atau “Kamu tidak pernah mendengarkan ibu” merupakan label yang bisa melekat dalam diri anak. Kalimat-kalimat yang sering diucapkan oleh orang tua akan membentuk kepribadian anak dan anak-anak akan menjadi seperti apa yang dikatakan orang tua pada dirinya.

Daripada mengatakan kalimat tersebut, sebaiknya orang tua mengubah kalimatnya dengan “Ibu bisa bantu apa biar kamu gak lupa?” atau ingatkan dengan halus “Kalau ibu ngomong, didengerin ya”. Kalimat ini akan membuat anak Anda merasa lebih nyaman.