Jokowi sebut 2 imam besar jadikan Indonesia sebagai teladan soal toleransi

      Comments Off on Jokowi sebut 2 imam besar jadikan Indonesia sebagai teladan soal toleransi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia dijadikan teladan oleh negara lain mengenai toleransi. Indonesia dipandang sebagai negara yang bisa di jadikan contoh betapa rukun antar agama, suku dan adat istiadat yang berbeda beda ini.

“Negara-negara lain itu sekarang melihat kita, baik negara di Jazirah Arab, di Timur Tengah melihat kita,” katanya di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5).

Saat bertemu dengan Imam Besar (Grand Syeikh) Al-Azhar dan Imam Besar Masjidil Haram, dia mengungkapkan, keduanya memberikan pujian pada Indonesia. Karena Indonesia dinilai memiliki rasa toleransi yang tinggi di tengah banyaknya perbedaan yang dimiliki.

“Seminggu yang lalu saya bertemu dengan Grand syeikh Al-Azhar juga dengan Grand Syeikh dari Masjidil Haram, Indonesia ini harus dijadikan contoh kehidupan yang rukun persaudaraan antar umat yang rukun dan bersatu. Ada ukhuwah islamiyah, ada ukhuwah watoniah yang terus bisa kita jaga dan harus kita rawat dan kita pelihara agar persatuan ini tetap ada di negara kita,” ujar mantan Gubernur DKIJakarta┬áini.

Jokowi mengingatkan,bahwa kerukunan tersebut jangan sampai retak karena politik.

“Gara-gara hanya urusan misalnya pilihan Presiden, pilihan Gubernur, pilihan Bupati, pilihan Wali Kota, jangan. Kita yang sudah rukun yang sudah bersaudara baik-baik seperti ini hanya karena gara-gara pilihan kita yang lima tahun sekali, rugi besar bangsa ini kalau kita retak, kalau kita pecah gara gara pilgub, pilpres. Ndak mau saya, terlalu besar ongkosnya.”

Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, Indonesia sudah dijadikan contoh oleh negara lain. Namun di dalamnya masih sering terjadi perselisihan terutama yang disebabkan oleh perbedaan pendapat.

“Saya titip ini, Grand Syeikh Al-Azhar, imam besar Masjidil Haram menyampaikan kita ini bisa dijadikan contoh Islam wasakiyah, Islam jalan tengah, Islam yang moderat. Mereka sudah menyampaikan seperti itu nah kita ini di dalem masih usreg, usreg itu bahasa Indonesianya ruwet sendiri, yang lain melihat kita dengan jalan yang bagus sekali di dalem kita masih seperti itu,” tutupnya.