Kisah Gadis Cantik Yulianti yang Bersahabat dengan Ulat-ulat Bulu, Hingga Tetangga Bawa Parang!

Kisah Gadis Cantik Yulianti yang Bersahabat dengan Ulat-ulat Bulu, Hingga Tetangga Bawa Parang!

      Comments Off on Kisah Gadis Cantik Yulianti yang Bersahabat dengan Ulat-ulat Bulu, Hingga Tetangga Bawa Parang!

Bagi sebagian besar orang, ulat adalah binatang yang cukup mengganggu dan kerap membuat mereka merasa bergidik.

Namun tidak demikian dengan Eli Yulianti. Saat melihat ulat, perempuan yang akrab dipanggil Yuli ini malah girang.

Dia juga tak ragu untuk memegang, mengelus, bahkan membiarkan ulat itu merambati wajahnya.

“Saya suka ulat karena menurut saya ulatitu cantik, imut dan menggemaskan,” ungkap Eli Yulianti kepada Surya, Senin (2/4/2018).

Menurut Yuli, sapaan akrabnya, sejak usia dua tahun sudah senang bermain dengan ulat dan binatang melata.

“Sebenarnya saya juga pernah gatal terkena bulu ulat. Karena memang ada ulat bulu yang membuat gatal dan tidak, ” jelasnya.

Eli Yulianti (23), gadis asal Medowo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bermain ulat bulu di wajahnya.

Eli Yulianti, gadis asal Medowo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bermain ulat bulu di wajahnya.

Untuk mengetahui apakah ulat itu berbahaya dan menyebabkan gatal, Yuli selalu menempelkan tangannya ke ulattersebut sebelum membiarkan binatang tersebut merambat di wajahnya.

Dilansir dari Surya.co.id, Yuli mengaku tidak punya tip agar tidak sampai gatal saat terkena ulat bulu. Namun kalau sampai gatal biasanya bagian tubuh yang gatal cukup diusapkan ke rambut supaya rasa gatalnya berkurang.

“Tidak semua ulat bulu mengakibatkan gatal,” ujarnya.

Kebiasaannya memegang ulat, juga membuat tetangganya di desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kediri, heboh.

“Waktu kami beli jajan saya pegang ulat, tiba-tiba saja orang penjual warung keluar sambil bawa parang, ” kenangnya.

Teman – temannya juga banyak yang menjuluki Yuli punya hobi nyleneh dan tidak waras. Namun keluarganya sekarang juga sudah maklum dengan hobi kesukaannya.

“Keluarga kalau melihat saya main dengan ulat paling hanya ngedumel dan ngomel. Mereka geli setiap hari yang diurusi kok hanya ulat saja, ” ungkapnya.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kahuripan, Pare, Kabupaten Kediri mengaku semua ulat yang berbulu menjadi favoritnya.

“Ulat berbulu saya paling suka sama ulat keket, ” tambahnya.

Ke depan Yuli mengaku masih akan terus bersahabat dengan ulat. Namun ulat yang ditemukan hanya dipegang-pegang serta dielus-elus, setelah itu dikembalikan lagi.

“Saya kasihan kalau saya masukkan toples, sehingga saya lepas lagi,” tuturnya.

Melansir Kompas.com, ulat-ulat itu tidak hanya dipegangnya saja tetapi ditaruhnya di telapak tangan. Bahkan bisa dibilang cukup ekstrim kebiasaannya menaruh ulat-ulat itu di wajahnya. Ulat-ulat itu dibiarkan bebas bergeliat dan merayap di wajahnya.

Salah satunya adalah jenis ulat bulu ukuran besar, ditaruhnya begitu saja di wajah dan dibiarkan bebas berkeliaran.

“Enggak takut. Biasa aja,” ujar Eli Yulianti.

Yuli, panggilan akrabnya, mengaku sudah sedari kecil terbiasa bermain ulat dan hingga kini setiap kali menemukan ulat, dia pasti akan berinteraksi dengan ulat itu.

“Jadi ya kayak hobi aja,” ujar Yuli dengan entengnya.

Ulat-ulat itu tidak dipeliharanya. Dia mengambilnya di alam bebas dan melepas liarkannya kembali setelah dirasa cukup bermain dengannya.

Bagi kebanyakan orang tentu hobi Yuli tidak biasa.

Suatu kali, Yuli menuturkan, pernah ke warung sembari membawa ulat.

Sontak pemilik warung mengambil parang lalu mengacungkan kepadanya karena takut ulat.

“Enggak marah, cuman nggertak aja supaya saya buang ulatnya. Itu tetangga saya, ha ha,” ujar Yuli bercerita sambil tertawa.

Jangankan bagi orang lain, di lingkungan keluarganya sendiri juga jengkel dengan hobinya itu.

Terutama ibunya, sering marah-marah karena ulahnya yang sering membawa pulang ulat.

Namun kemarahan itu tidak pernah lama karena keluarga akhirnya memahami hobinya.

Apa yang dilakukannya itu, tentu membutuhkan keahlian dan pengetahuan. Gadis yang kini sedang mengerjakan skripsi pada jurusan ekonomi Universitas Kahuripan Kediri ini mempunyai cara tertentu dalam ‘menjinakkan ulat’.

Ya, itu dia akan mengobservasi dahulu dengan menyentuh ulat tersebut dan jika dirasa tidak gatal, dia baru akan meneruskan untuk bermain dengannya.

Hal itu pula yang menurutnya tidak diketahui banyak orang bahwa tidak semua ulat gatal. Orang-orang sudah terlanjur mempunyai persepsi bahwa ulat itu gatal.

“Makanya perlu dicoba dipegang agar tahu gatal atau tidak,” Yuli membagikan tipsnya.

Tapi tentu dia juga pernah merasakan efek negatif dari bermain ulat, yaitu gatal. Itu dirasakannya pada ulat yang sering disebut ulat serit. Ulat kecil berwarna hijau dengan bentuk mirip sisir pada kedua sisi tubuhnya.

Tapi meski gatal, dia tidak pernah kapok. Dia juga akan tetap bermain dengan ulat-ulat itu meski kadar bermainnya beda dengan ulat jenis lainnya yang tidak gatal.

Untuk mengatasi gatal itu, gadis kelahiran Sampit Kalimantan Tengah ini juga mengungkap rahasianya saat gatal terkena bulu ulat. Pengobatannya juga dari alam.

“Pake daun ketepeng lalu digosok-gosok,” pungkasnya.