Kisahnya Viral, Nenek Martini Korban First Travel Dapat Bantuan

VIRAL – Kisah nenek bernama Martini (71), korban penipuan First Travel, menjadi viral di internet. Martini, yang sebelumnya gagal berangkat umrah, kini telah mendapat sejumlah bantuan.

Sebagaimana diberitakan detikcom, nenek ini tinggal di Padang, Sumatera Barat. Dia menabung hasil berjualan telur puyuh supaya bisa diberangkatkan First Travel ke Mekah. Namun ternyata duit Martini dan banyak orang yang senasib lainnya ditilap oleh bos First Travel. Martini sedih sampai tak doyan makan.

Ternyata warganet cepat tanggap. Fahd Pahdepie, pemilik biro perjalanan Umrah Leadership Series (ULS), menyebarkan berita detikcom ini di akun Facebook-nya pada Rabu (23/8/2017) lalu. Dia meminta bantuan informasi mengenai alamat Martini. Seiring dengan itu, tawaran bantuan untuk si nenek datang bertubi-tubi.

“Terima kasih warganet, hanya dalam hitungan menit saja kami sudah mendapatkan kontak nenek Martini dan sudah menghubungi beliau. Alhamdulillah beliau begitu bersyukur. Beliau menangis haru sambil tak berhenti mengucap syukur,” tulis Fahd di dinding Facebook-nya, disertai emoticon menitikkan air mata dan gestur dua tangan menempel.

Dia akan memberikan tiket keberangkatan umrah gratis pada 16 November kepada Martini. Dia kemudian mencanangkan #GerakanUmrahGratis untuk membantu orang-orang yang kurang mampu melaksanakan umrah. Sasaran terdekat adalah Martini. Maka berangkatlah pihak Fahd ke rumah Martini.

“Kamis (24/8) pagi, kami sudah berkomunikasi sama Ibu Martini. Pada prinsipnya Ibu Martini senang banget, bersyukur. Cuma banyak donatur lokal yang terlibat membantu juga. Ada tokoh-tokoh Padang yang turun tangan juga,” tutur Fahd kepada detikcom, Jumat (25/8).

Siangnya, mereka menyerahkan tiket kepada Martini. Namun, berhubung Martini sudah mendapatkan empat bantuan, termasuk tiket umrah gratis, Martini menyarankan agar tiket dari pihak Fahd diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Terima kasih ULS, tiket alah ambo tarimo, dan ambo baliakan, untuk jamaah lain lan labiah mambutuhkan (terima kasih ULS, tiket sudah saya terima, dan saya kembalikan, untuk jamaah lain yang lebih membutuhkan),” kata Martini.

Fahd menyebut ini sebagai sikap yang luar biasa dari sang nenek. Ini adalah keteladanan bagi semua orang. “Di tengah dunia yang penuh dengan kerakusan seperti sekarang ini, bahkan nenek pun korban dari bentuk kerakusan itu, nenek justru menunjukkan sikap yang tak bisa kami bayangkan sebelumnya,” kata Fahd.

Akhirnya tiket itu diberikan kepada satu nenek lainnya yang juga korban penipuan First Travel. “Namanya Nenek Juliardi, usia 80 tahun. Setelah ngobrol dengan Bu Martini, akhirnya tiket kami berikan ke Nenek Juliardi di Bukittinggi, atas persetujuan Nenek Martini,” kata Fahd.

Masih Ada 2 Tiket Umrah Gratis, kepada Siapa Seharusnya Diberikan?

Fahd dan kawan-kawan sudah punya lebih dari satu tiket untuk membantu satu atau dua lagi calon jemaah umrah yang membutuhkan. Kini dia meminta warganet memberi informasi, siapa orang yang pantas menerima tiket gratis ini.

“Barangkali ada yang lain, siapa tahu masih bisa kami bantu, satu atau dua lagi. Ini pun masih terus berdatangan WA, SMS, telepon, dan sebagainya yang menawarkan bantuan umrah gratis juga,” kata dia.

Dia belum menghimpun dana masyarakat, belum ada pula rekening. Dia sadar, untuk menghimpun dana seperti itu, harus ada aspek-aspek legal yang dipenuhi. Sejauh ini yang sudah ada adalah komitmen bantuan dari berbagai pihak untuk membantu calon jemaah umrah yang membutuhkan uluran tangan.

“Yang sudah riil sih sudah ada tiga kursi (tiket umrah). Satu kita berikan ke Nenek Juliardi. Dua tiket sisanya, kita minta bantuan teman-teman di media sosial kepada siapa seharusnya tiket ini diberikan?” kata dia.