Kriteria Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Menurut PDIP

Kriteria Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Menurut PDIP

      Comments Off on Kriteria Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 Menurut PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mendeklarasikan akan mengusung Joko Widodo atau Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2019. Siapa pendamping Jokowi dalam pesta demokrasi itu, belum dicetuskan.

PDIP sendiri memiliki sejumlah kriteria untuk cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menuturkan cawapres Jokowi harus memiliki gagasan terbaik untuk kemajuan bangsa. Jokowi telah melakukan yang terbaik untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Berbagai indikator perekonomian menunjukkan arah yang positif. Misalnya, kata dia, inflasi relatif rendah, harga komoditas primer seperti batubara mulai mengalami kenaikan, demikian halnya kelapa sawit.

Dia yakin harapan rakyat semakin tinggi terhadap perekenomian ke depan. Oleh karena itu, dia berharap agar cawapres Jokowi mampu memajukan bangsa.

“Mengingat pentingnya persoalan perekonomian tersebut, maka siapapun yang akan berkontestasi untuk Pilpres 2019¬†sebaiknya menyampaikan gagasan terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara. PDIP menegaskan siapapun cawapres Pak Jokowi maupun siapa yang akan menjadi calon Presiden yang dicalonkan partai lain, tidak cukup hanya berbicara figur semata,” kata Hasto, dalam siaran pers yang diterima sebarkanlah.club, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Peningkatan Kualitas Demokrasi

Hasto Kristiyanto Beberkan Kesiapan HUT PDIP ke-45

Menurut dia, seluruh peserta kompetisi Pilpres 2019 harus menunjukkan peningkatan kualitas demokrasi untuk rakyat. Dia percaya, calon peserta Pilpres 2019 yang melakukan cara tidak benar dalam berkontestasi, akan ditinggalkan rakyat.

“PDIP percaya mereka yang membangun infrastruktur politik hanya untuk mencela, mengadu domba, dan menyampaikan hal-hal yang di luar kebenaran, akan ditinggalkan rakyat. Karena itulah, kita isi tahun politik ini dengan berbagai hal yang positif untuk bangsa dan negara, sebab tidak ada bangsa besar lahir, dengan cara permusuhan. Bangsa yang kuat akan lahir melalui gagasan besar yang membangun peradaban. Dan biarlah rakyat yang memilih pemimpinnya,” ujar Hasto.