MOVIE REVIEW: ERA BARU DARI FRANCHISE THE MUMMY

HIBURAN – Film The Mummy pertama kali diperkenalkan pada tahun 1932. Setelah itu The Mummy direboot berulang kali namun franchise Mummy tidak pernah menemukan pola terbaik untuk berpetualang di industri perfilman Hollywood.

Setidaknya itu lah yang terlihat dari beberapa film Mummy yang sudah dirilis. Salah satu yang cukup memuaskan adalah film The Mummy pada tahun 1999 saat dibintangi oleh Brendan Fraser.

Butuh waktu 18 tahun bagi Universal untuk kembali mereka ulang film The Mummy. Kali ini, mereka siap memulai petualangan baru dengan cerita yang lebih segar serta dukungan penuh dari Universal untuk menciptakan dunia monsternya sendiri yang disebut Dark Universe.

Langkah awal mereka adalah menarik aktor sekelas Tom Cruise untuk menjadi pemeran utamanya. Investasi besar jelas terlihat dari Universal dalam penggarapan film ini dengan menggabungkan aktor-aktor kenamaan Hollywood seperti Russell Crowe, Annabelle Wallis, dan Sofia Boutella ke dalam filmnya.

Sebagai sinopsisnya, The Mummy mengangkat kisah seorang putri dari masa lalu bernama Ahmanet (Sofia Boutella) yang dibangunkan dari tidur panjangnya. Merasa dikhianati semasa hidupnya, Ahmanet menjadi sosok yang menakutkan dengan kekuatan super saat kembali hidup.

Semua kisah berawal dari Nick Morton (Tom Cruise), prajurit perang yang sedang berada di Iraq dan menemukan sarkofagus kuno Ahmanet di sebuah daerah gersang bersama dengan Jenny Halsey (Annabelle Wallis) dan Chris Vail (Jake Johnson). Ketiganya merasa bahwa penemuan tersebut adalah sebuah penemuan sejarah yang bernilai tinggi dan tidak pernah berpikir bahwa akan berujung pada kehancuran dunia.

Film arahan Alex Kurtzman ini dibuka dengan sebuah cerita masa lalu yang berkesinambungan dengan penemuan Dr. Henry Jekyll (Russell Crowe). Cerita awal ini akan memudahkan para penonton untuk mencerna film mengapa mumi Ahmanet bisa menjadi sebuah teror menakutkan pada nantinya.

Dari segi cerita, The Mummy bisa dikatakan tidak terlalu buruk. Mereka bahkan sangat pantas untuk disebut lebih baik dari dua film Mumi sebelum-sebelumnya. Ketegangan dan kejar-kejaran menjadi bumbu utama dalam balutan sinematografi keren.

Properti dan riasan yang digunakan terlihat begitu nyata. Membawa penonton untuk masuk ke masa lalu di mana cerita tentang Mesir kuno diangkat. Belum lagi aksi zero gravity yang ditampilkan seperti di dalam trailer. Kabarnya Kurtzman membutuhkan waktu selama dua hari dan 64 untuk menyelesaikan adegan di dalam pesawat tersebut. Lebih menariknya lagi, baik Tom dan Annabelle berhasil menyelesaikan adegan berbahaya tersebut tanpa bantuan stunt-man.

Sementara untuk Tom Cruise sendiri, pujian patut disematkan kepadanya. Ia terlihat jelas sangat ingin mengeluarkan kemampuan akting terbaiknya di dalam film ini. Tom seakan ingin membuktikan bahwa dirinya tidak hanya besar dari sebuah franchise bernama Mission: Impossible, ia ingin membuktikan bahwa dirinya adalah aktor hebat meski tanpa Mission: Impossible.

memberikan nilai 6,5 untuk film The Mummy terbaru. Film ini dirasa wajib untuk ditonton bagi para pengikut franchise film mumi. Pasalnya, The Mummy menjadi sebuah era baru untuk beberapa film mumi ke depannya. Hal itu bisa menjadi kenyataan mengingat film ini memberikan banyak ruang kosong untuk diisi dalam film sekuelnya nanti.