MOVIE REVIEW: THE MERCILESS, PERGULATAN BATIN MATA-MATA POLISI

HIBURAN – Industri film Korea Selatan terus menguatkan nama mereka di internasional lewat The Merciless. Film arahan Byun Sung Hyun itu berhasil mendapat pengakuan dunia ketika diputar di Cannes Film Festival 2017 dan mendapat standing ovation selama hampir 10 menit.

Respons luar biasa yang didapat The Merciless di panggung Cannes terasa tak berlebihan setelah melihat cerita yang ditawarkan film ini. Byun Sung Hyun berhasil memberikan pelajaran hidup tentang perlunya berhati-hati dalam mempercayai seseorang lewat cerita Jae Ho dan Hyun Soo.

Jae Ho (Sol Kyung Gu) merupakan tahanan yang ditakuti di penjara. Sebagai orang nomor 2 di sebuah gangster kriminal berpengaruh di Korea, Jae Ho menjadi menciptakan berbagai macam peraturan dan memegang kendali atas semua tahanan di penjara.

Tak ada satu tahanan pun yang berani melawan Jae Ho sampai kemunculan Hyun Soo (Siwan), seorang tahanan baru. Hyun Soo sejatinya adalah polisi yang tengah menyamar dan masuk ke penjara dengan tujuan mendekati Jae Hoo, masuk ke organisasinya, dan membekuk kawanannya.

Ikatan persaudaraan terjalin antara Jae Ho dan Hyun Soo setelah mereka membantu satu sama lain. Hyun Soo membantu Jae Hoo menggulingkan napi lain yang akan mengancam kekuasaannya. Sedangkan Jae Hoo membantu Hyun Soo mendapat izin keluar dari penjara untuk memakamkan ibunya yang meninggal setelah menjadi korban tabrak lari.

Hubungan mereka semakin kuat setelah keduanya keluar dari penjara dan Jae Hoo membawa Hyun Soo masuk ke organisasinya. Dalam waktu singkat Hyun Soo mendapat kedudukan penting dan Jae Hoo mulai menyayanginya layaknya seorang saudara kandung.

Perang batin dirasakan oleh Hyun Soo saat ia tahu jika Jae Hoo adalah dalang di balik kematian ibunya. Di sisi lain, dia sadar tak bisa sepenuhnya percaya kepada kepolisian yang sama sekali tak membantunya ketika di penjara. Hyun Soo pun dituntut untuk memutuskan siapa yang akan dia percaya, Jae Hoo atau kepolisian.

Ide dan fokus cerita The Merciless sejatinya sangat jelas dari awal hingga akhir film. Permasalahan yang muncul secara bergantian membuat 120 menit film ini tak terasa membosankan sedikit pun dan menuntun penonton memahami kenapa penting untuk tak gampang mempercayai seseorang.

Totalitas luar biasa para pemain dan efek kamera menjadi salah satu hal penting yang membuat penonton tak bisa mengalihkan pandangan mereka dari layar. Adegan-adegan kekerasan, tembak menembak, hingga aksi saling pukul berdarah yang tak disensor membuat penonton tak berhenti menahan nafas.

Secara keseluruhan, Okezone memberi nilai 8 untuk The Merciless.