Pasca bencana alam di Sulteng, 578 narapidana belum kembali ke lapas

serbakanlah ~  Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami meninjau kondisi Lapas dan Rutan di wilayah Palu dan sekitarnya. Kunjungan ini yang kedua, pasca bencana alam gempa tsunami, Sabtu (27/10).

Sri menjelaskan, tujuan kedatangan untuk memastikan jumlah narapidana dan tahanan yang terdampak gempa dan tsunami. Ia ingin narapidana dan tahanan bisa menempati ruangan dengan layak.

Selain itu, untuk mengetahui kebutuhan dasar narapidana dan tahanan yang harus segera dipenuhi . Adapun keperluan yang dibutuhkan seperti pemberian perawatan kesehatan, layanan makanan, sarana dan prasarana hunian.

“Kami hadir kembali ke Palu untuk melihat kondisi layanan dasar dan layanan hukum lapas dan rutan yang terdampak gempa tsunami, 28 September 2018 yang lalu,” kata Sri dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Sabtu (27/10).

Sejauh ini, tercatat 1.670 orang narapidana telah kembali ke dalam Lapas. Kemudian, 1.092 orang kembali ke dalam Rutan. Sedangkan, masih ada sekitar 578 orang bebas berkeliaran.

Menginggat masih adanya narapidana dan tahanan yang berkeliaran, Kementerian Hukum dan Ham telah mengajukan permohonan Kepada pihak Polri untuk menetapkan status DPO bagi narapidana dan tahanan tersebut.

“Kami menetapkan batas akhir narapidana melapor pada tanggal 26 Oktober 2018. Jadi narapidana dan tahanan yang tidak kembali kami akan tetapkan statusnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” tandas dia.