Pekerja Informal Bisa Dapatkan KPR dengan Cara Ini

FINANCE – Setiap orang khususnya yang telah menikah pasti ingin memiliki rumah sendiri. Namun, harga rumah yang tidak murah membuat sebagian masyarakat hanya dapat memilikinya dengan cara kredit.

Sayangnya, para pekerja informal seringkali kesulitan mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kabar gembira, belum lama ini Bank Tabungan Negara (BTN) meluncurkan produk KPR BTN Mikro yang dapat diakses pekerja informal.

Menilik kriteria dari Badan Pusat Statistik (BPS), pekerja sektor formal merupakan mereka yang bekerja dengan kepastian kontrak, perlindungan sosial, dan hak berbagai jaminan serta tunduk pada undang-undang tenaga kerja dan pendapatan pajak.

Sementara pekerja sektor informal ciri-cirinya adalah ketiadaan kontrak, perlindungan sosial, hak untuk berbagai jaminan, dan tidak tunduk pada undang-undang tenaga kerja serta pendapatan pajak. Berikut syarat-syarat untuk menikmati KPR BTN Mikro, yaitu:

Keluarga atau individu dengan penghasilan rata-rata Rp1,8 juta – Rp2,8 juta per bulan

Program KPR BTN Mikro menyasar masyarakat berpenghasilan rendah terutama pekerja informal. BPS pada Februari 2017 mencatat, jumlah pekerja di sektor informal mencapai 72,67 juta orang. Dan, pekerja di sektor formal menurun akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Apakah kamu termasuk pekerja informal? Jika selama ini merasa kurang percaya diri karena penghasilan belum mencukupi untuk mengajukan KPR serta kurang memenuhi persyaratan, jangan khawatir karena masih ada harapan.

Uang muka rumah pertama sebesar 1%, plafon maksimal Rp75 juta

Seperti umumnya program KPR, debitur harus menyediakan sejumlah dana sebagai uang muka rumah. Untungnya, untuk KPR Mikro BTN, uang muka yang dipatok sangat ringan yaitu hanya sebesar 1%, dengan plafon KPR maksimal Rp75 juta. Sementara jangka waktu kreditnya bisa mencapai 10 tahun.

Nantinya, debitur dapat mencicil secara harian, mingguan, atau bulanan. Debitur bisa mengajukan KPR BTN Mikro ke outlet bank, kantor pos, serta mitra Laku Pandai alias Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.

Tergabung dalam komunitas pedagang atau koperasi

Pada tahap awal, KPR BTN Mikro mengutamakan mereka yang bergabung dengan komunitas pedagang atau koperasi dan merupakan binaan Kementerian Koperasi dan UKM yang memiliki penilaian baik.

Syarat lainnya yaitu menjalani usaha minimal 1 tahun. Selain itu, mendapatkan rekomendasi dari komunitas atau koperasi yang bersangkutan. Misalnya saja, seorang pedagang bakso, mencari rekomendasi dari paguyuban pedagang bakso.

Memiliki tabungan di BTN minimal 3 bulan

Sebelum mengajukan KPR BTN Mikro, syarat yang harus dipenuhi adalah memiliki tabungan di BTN. Tabungan tersebut setidaknya telah berjalan minimal 3 bulan dengan rata-rata jumlah tabungan setiap bulannya sebesar jumlah cicilan KPR BTN Mikro.