Pertanyaan Berbahaya Saat Wawancara Kerja, Begini Cara Menghindarinya

Pertanyaan Berbahaya Saat Wawancara Kerja, Begini Cara Menghindarinya

      Comments Off on Pertanyaan Berbahaya Saat Wawancara Kerja, Begini Cara Menghindarinya

Tahapan wawancara kerja adalah tahapan yang membuktikan kamu telah lolos verifikasi CV yang kamu kirimkan.

Wawancara kerja adalah sebuah tahapan yang membuat hati berdebar.

Hal ini dikarenakan dalam tahapan ini kamu akan menghadapi beragam pertanyaan yang terkadang jawabannya dipersiapkan dengan baik.

Kamu harus jeli dengan pernyataan atau pertanyaan yang kamu lontarkan kepada pihak perusahaan saat wawancara.

Pasalnya, pihak perusahaan tidak hanya melihat CV kamu sebelum merekrut.

Kamu sudah melewati setiap tahapwawancara kerja dengan baik.

Namun, ketika kamu sudah sampai di pengujung tahapan dan tampaknya hasilnya akan memuaskan, pertanyaan paling berbahaya saat proses wawancara kerja justru kerap muncul.

Lalu, apa sebenarnya pertanyaan yang paling berbahaya tersebut?

Ternyata, pertanyaannya adalah “Berapa gaji kamu pada pekerjaan sebelumnya?”

Sejumlah pakar negosiasi biasanya akan menyarankan kamu untuk menghindari pertanyaan itu apa pun alasannya.

Akan tetapi, apakah benar pertanyaan soal sejarah gaji harus dihindari?

The Balance, seperti dikutip pada Minggu (14/1/2018), menyatakan bahwa sejumlah negara bagian di AS bahkan melarang perusahaan-perusahaan bertanya tentang sejarah gaji kandidat yang diwawancara.

Tujuannya adalah untuk menghindari kesenjangan gaji antara pria dan wanita.

Namun, sebenarnya kamu tak perlu menghindari pertanyaan ini.

Ambillah sejumlah langkah diplomatis agar pertanyaan berbahaya ini pada akhirnya akan terjawab dengan memuaskan.

Pertama, sebelum melamar kerja, jangan sungkan untuk mencari tahu tentang nilai pasar pekerjaan ini.

“Bukan tentang nilai kamu, tapi nilai pekerjaan yang akan kamu lamar,” ujar Katie Donovan, seorang pakar negosiasi.

Setelah kamu tahu nilai pasar pekerjaan ini, kemudian bandingkan dengan keahlian dan pengalaman yang kamu miliki.

Jangan pula bandingkan dengan pekerjaan sebelumnya karena pasti nilai pasarnya sudah berbeda dengan ketika kamu lamar.

Ketika kamu melamar kerja secara online, jika kamu bisa melewatkan pertanyaan soal gaji, lewatkanlah.

Namun, jika pertanyaan itu wajib dijawab, isilah dengan banyak angka nol.

Dengan demikian, kamu bisa mendiskusikannya dengan pihak perusahaan saat sesi wawancara.

Jangan dengan mudah mengisi kolom gaji dengan angka yang tinggi atau berbohong.

“Orang-orang suka menginflasikan dan ini adalah risiko. Jika mereka tahu kamu berbohong, ini menjadi alasan untuk membatalkan penawaran pekerjaan itu,” ungkap Donovan.

Saat sesi wawancara, jauhkan diskusi dari topik soal sejarah gaji kamu.

Sebaliknya, diskusikan riset yang telah kamu lakukan soal gaji yang akan ditawarkan.

Cara lain adalah dengan melempar balik pertanyaan soal gaji.

Menurut Rachel Bitte, chief people officer di Jobvite, tidak ada salahnya kamu menjadikan pertanyaan itu sebagai bumerang bagi perusahaan.

“Hanya karena kamu diajukan pertanyaan itu, jangan sungkan untuk bertanya balik. Ini tidak akan membuat perusahaan tersinggung. Katakan, ‘Anda tahu posisi ini, perusahaan ini, dan saya sebagai individu, bagaimana pendapat Anda?'” sebut Bitte.

Jika kamu bingung menjawab pertanyaan soal gaji, jangan pula langsung menjawab.

Bitte menuturkan, tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan terlebih dahulu dan utarakan ini kepada perusahaan.

“Jika kamu bingung dan berpikir (diskusi) ini tidak akan berjalan dengan baik, katakan bahwa kamu mau mempertimbangkan dulu, lalu sangat menantikan diskusi selanjutnya,” saran Bitte.

Bisa juga pembicaraan soal gaji dilakukan melalui sambungan telepon sehingga, kata Bitte, kamu tidak terlihat gugup atau tegang, pun biasanya pembicaraan akan berlangsung lebih efektif. (*)