Produknya Meledak, OnePlus Dituding Tak Peduli

Produknya Meledak, OnePlus Dituding Tak Peduli

      Comments Off on Produknya Meledak, OnePlus Dituding Tak Peduli

OnePlus dinilai tidak berempati terhadap seorang konsumennya yang mengaku smartphone besutan perusahaan tersebut meledak. Insiden meledaknya smartphone ini dialami oleh pemilik OnePlus 3T bernama Akanksha Rachel di India.

Dilansir Softpedia, Senin (5/2/2018), Rachel menceritakan soal insiden yang dialaminya di Facebook. Menurut penuturannya, meledaknya OnePlus 3T tersebut diduga lantaran baterai yang buruk dengan adanya bagian seperti motherboard hancur berkeping-keping dan komponen lain meleleh.

Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Namun menurut Rachel, pihak OnePlus tidak mengatasi masalah ini sebagaimana seharusnya.

Rachel mengatakan, OnePlus sangat tertarik dengan kondisi teknis terkait insiden. Berdasarkan berbagai pertanyaan yang diajukan pihak OnePlus, Rachel menilai mereka hanya peduli dengan ponsel tersebut.

“Bagi #OnePlus ini mungkin hanya sebuah ponsel, tapi bagi saya ini adalah kecelakaan yang mengancam hidup,” tulis Rachel.

Ia melaporkan insiden tersebut kepada OnePlus hampir satu bulan lalu, tapi tidak ada tindakan apa pun.

“Saya telah berbicara dengan beberapa agen layanan konsumen mereka, tapi tidak ada yang memberikan petunjuk apa pun, dan yang mereka pedulikan hanya cover belakang dan motherboard, yang saya telah katakan kepada mereka bahwa itu telah terbakar dalam kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Bukan Kali Pertama Terjadi

Lebih lanjut, Rachel menjelaskan ini bukan kali pertama smartphone OnePlus meledak. Sebelumnya, varian smartphone OnePlus lain milik seorang temannya juga meledak dan disebabkan hal yang sama.

Sama seperti tanggapan yang didapatkannya, teman Rachel juga mendapatkan respons yang kurang baik dari tim OnePlus. Mereka terlihat tidak terlalu tertarik mengatasi masalah tersebut.

OnePlus sendiri belum merilis pernyataan apa pun terkait laporan ini. Namun mengingat cerita insiden ini sudah menyebar ke publik, perusahaan asal Tiongkok tersebut diprediksi akan bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini.