Rupiah Stabil, Investor Menunggu Data Penjualan Ritel

Rupiah Stabil, Investor Menunggu Data Penjualan Ritel

      Comments Off on Rupiah Stabil, Investor Menunggu Data Penjualan Ritel

Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan hari ini. Investor mencermati data penjualan ritel.

Mengutip Bloomberg, Selasa (10/4/2018), rupiah dibuka di angka 13.764 per dolar AS, tak berbeda jauh dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.761 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.740 per dolar AS hingga 13.767 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 1,52 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.759 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.771 per dolar AS.

Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed menjelaskan, rupiah stabil terhadap dolar AS. Berbagai faktor eksternal seperti data tenaga kerja AS yang mengecewakan tampaknya akan terus memperkuat mata uang domestik.

“Sentimen positif terhadap Indonesia juga berperan penting dalam memperkuat rupiah,” jelas dia.

Pasar akan memperhatikan rilis laporan penjualan ritel Indonesia bulan Februari yang dapat memberi informasi baru mengenai keadaan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.

Data penjualan ritel akan sangat dicermati, terutama karena konsumsi swasta berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Data yang mencapai atau melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,88 persen dapat dianggap mendukung potensi pertumbuhan ekonomi sehingga memperkuat optimisme pada ekonomi Indonesia.

Tekanan Eksternal

Rupiah Menguat Tipis atas Dolar

Sebelumnya, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan. Hanya saja, masyarakat harus lebih confident.

“Ini masalah confident saja, karena saya yakin bahwa kalau kondisi domestiknya aman, seharusnya tidak ada isu kalau rupiah itu terlampau murah dihargai sampai level tersebut. Jadi itu harusnya rupiah itu menjadi lebih kuat hanya masalah sekarang confident itu diperbaiki,” kata Dody pada 27 Maret 2018.

Meski demikian, dia mengakui adanya tekanan eksternal untuk nilai tukar rupiah. Sementara secara domestik, indikator-indikator yang telah dilakukan BI sejauh ini mampu berjalan maksimal.

“Nah kalau kita bicara confident tentunya harus kita yakini bahwa ada tekanan dari eksternal tetapi domestiknya sebenarnya tidak membuat nilai tukar ini harus melemah yah karena memang kecenderungan indikator kita bagus semua inflasi bagus dan cadangan devisa kita memang masih belum turun, masih di level masih tinggi. Jadi harusnya konteksnya adalah jaga confident,” jelas dia.