Sama-Sama Subur Tapi Kok Belum Hamil Juga?

Sama-Sama Subur Tapi Kok Belum Hamil Juga?

      Comments Off on Sama-Sama Subur Tapi Kok Belum Hamil Juga?

Setiap pasangan suami istri tentu ingin memiliki keturunan. Bagi pasangan yang sudah lama menikah, belum hadirnya keturunan bisa menjadi beban tersendiri dalam pernikahan. Ada beberapa penyebab mengapa Anda belum hamil juga meskipun dokter menyatakan bahwa Anda dan pasangan termasuk pasangan yang subur. Simak uraiannya berikut ini:

Gangguan di tuba falopi

Sekitar seperempat dari semua kasus infertilitas di Amerika Serikat berasal dari gangguan tuba falopi. Adanya sumbatan di saluran tuba falopi dapat menyebabkan sulitnya sel telur mencapai rahim sehingga sperma tidam mampu mencapai sel telur. Untuk memastikan hal ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan sinar x khusus yaitu HSG atau hysterosalpingogram.

Endometriosis
Jika Anda sering mengalami nyeri saat menstruasi, bisa jadi nyeri tersebut adalah gejala endometriosis. Endometriosis adalah tumbuhnya lapisan dalam dinding rahim yang tumbuh di luar rongga rahim. Jika Anda mengalami endometriosis, jaringan tersebut juga akan menebal dan luruh saat menstruasi. namun darah tersebut mengendap dan tidak bisa keluar karena berada di luar rahim. Endapan ini dapat mengiritasi jaringan di sekitarnya dan menghalangi indung telur memproduksi sel telur.

Asap rokok
Dilansir dari Womenshealthmag, Mark Payon, direktur praktik Pusat Pengibatan Reproduksi Colorado Virgina Utara, menyebutkan bahwa tembakau atau rokok adalah musuh lingkungan paling utama saat Anda mencoba untuk hamil. Asap rokok dapat menyebabkan penurunan kesuburan yang signifikan dan juga menyebabkan komplikasi kehamilan. Baik Anda dan pasangan sebaiknya mengurangi konsumsi atau paparan rokok di lingkungan kerja dan rumah Anda. Mengurangi rokok juga dapat memperbaiki kualitas sperma Anda.

Berhubungan seks terlalu sering atau terlalu jarang
Anda mungkin pernah mendengar saran untuk melakukan hubungan seks sesering mungkin agar cepat hamil. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena berhubungan seks terlalu sering dapat menurunkan kualitas sperma. Sperma butuh waktu beberapa hari untuk dapat bereproduksi.

Sebaliknya, Anda jangan hanya melakukan hubungan seks pada masa usia subur saja, yaitu 4-6 hari sebelum waktu ovulasi. Lakukan juga hubungan seks pada 4-6 setelahnya untuk memperbesar kemungkinan hamil.

Stres
Stres dapat memicu perubahan hormon yang memengaruhi semua organ, termasuk organ reproduksi. Stres dapat menyebabkan perempuan berhenti ovulasi sehingga periode haidnya berubah. Bagi Anda yang sedang melakukan program hamil, lakukan aktivitas apa pun yang dapat membuat Anda bebas dari stres dan berpikiran positif. Beberapa olahraga seperti yoga, berenang, tai chi bisa membantu Anda untuk lebih tenang dan bahagia.