Sidang Perdana, 2 Pembunuh Satu Keluarga di Makassar Terancam Hukuman Mati

Sebarkanlah ~ Pengadilan Negeri (PN) Makassar menggelar sidang perdana kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu (5/12). Ketua Majelis Hakim, Iman Supriadi SH menghadirkan dua pelaku pembunhan, Andi Ilham Agsari (23) dan Zulkifli Amir (22). Keduanya didampingi seorang pengacara.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan, kedua terdakwa pada Senin dini hari, 6 Agustus 2018, menyiramkan bensin ke bagian depan rumah Haji Sanusi dan membakarnya. Akibatnya enam orang tewas. Ke enam korban berdasarkan hasil pemeriksaan RS Bhayangkara Makassar ditemukan luka bakar di atas 90 persen.

“Atas surat dakwaan tim JPU tersebut, kedua terdakwa yang merupakan eksekutor pembakaran dan pembunuhan itu terancam minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” kata Andi Sulkifli Herman saat membacakan dakwaannya.

Di penghujung pembacaan dakwaan, JPU menyebutkan, kedua terdakwa didakwa pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. Juga dikenakan pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta pasal 187 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum ketua Majelis Hakim, Imam Supriadi mengetuk palu sidang tanda sidang ditunda untuk dilanjutkan Selasa pekan depan, (11/12), kedua terdakwa sempat ditanya soal dakwaan yang baru dibacakan. Mereka mengatakan tidak keberatan dengan dakwaan tersebut sehingga majelis hakim putuskan, pada sidang berikutnya lanjut ke pemeriksaan saksi-saksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, di kasus pembunuhan satu keluarga yang bermotif utang piutang bisnis sabu ini, sebenarnya yang menjadi target adalah Muhammad Fahri alias Desta namun para pelaku berinisiatif membakar satu rumah yang di dalamnya ada kakek, nenek, sepupu dan cucu karena Muhammad Fahri alias Desta itu ada di dalam tidur lelap bersama kakek, nenek dan anggota keluarganya yang lain.

Selain Desta, lima korban lainnya adalah Haji Sanusi, (70), Hajjah Bondeng, (60), Hajjah Musdalifah, (40), Namira Ramadina, (21) dan Ijas, (5).

Polisi kemudian menetapkan enam tersangka yakni Akbar Daeng Ampu, (32) penghuni Lapas Kelas I Makassar perannya sebagai dalang pembunuhan namun meninggal dunia di dalam Lapas itu karena bunuh diri Oktober lalu atau kurang lebih sebulan sebelumnya kasusnya tiba di pengadilan.

Lima tersangka lainnya adalah Andi Ilham Agsari, (23) dan Zulkifli Amir, (22), Wandi, (23), Haidir Muttalib, (25) dan Riswan Idris, (23).

Namun yang berkasnya tiba di pengadilan hanyalah dari dua tersangka yakni Andi Ilham Agsari, (23) dan Zulkifli Amir, (22), keduanya eksekutor yang baru saja mengikuti jalannya sidang perdana yang hanya berlangsung selama 20 menit