Sosok si Jek, Perakit Bom di Kampus Unri

      Comments Off on Sosok si Jek, Perakit Bom di Kampus Unri

Pria berinisial Z menjadi tersangka tindak pidana terorisme setelah ditangkap dengan barang bukti empat bom rakitan siap ledak. Alumnus Jurusan Pariwisata di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Riau (Unri) ini ditangkap di Gelanggang Mahasiswa Fisip pada Sabtu, 2 Juni 2018.

Meski sudah lulus, pria dipanggil Jek ini masih aktif bersama Mapala Sayang Akan Kelestarian Alam Indonesia (Sakai) Unri. Bagi organisasi pencinta alam dimaksud, ada keistimewaan bagi para alumnus, sehingga keanggotaannya tetap melekat.

“Kami memanggilnya Bang Jek,” kata Pjs Ketua Umum Mapala Sakai Fisipol Unri, Mutiara Shintia, yang menyaksikan penangkapan tersebut.

Mutiara menyebutkan, Jek merupakan alumnus Fisipol Unri tahun 2003. Sementara dua rekannya yang ikut ditangkap dan berstatus saksi, yakni D merupakan alumnus Fisipol Unri angkatan 2004 dan K mahasiswa Fisipol Unri angkatan 2012. Nama terakhir ini baru saja selesai ujian skripsi.

“Artinya masih berstatus mahasiswa Fisipol Unri, Jurusan Ilmu Komunikasi. Di Mapala Sakai sendiri, dia sebagai anggota penuh,” ujar Mutiara saat ditemui di kampus itu, Senin (4/6) siang.

Sampai sekarang, Mutiara masih belum percaya bahwa ketiga seniornya disebut polisi sebagai terduga teroris. Mereka sudah lama kenal, sehingga tak sedikit pun dia melihat ada hal aneh, bahkan sampai mengarah ke aksi teror.

“Kalau kegiatan di sini, Bang Jek sama kayak abang-abang lainnya. Kunjungan, lihat adik-adiknya,” kata Mutiara.

Mutiara menceritakan, Jek sering berada di homestay Mapala Sakai. Jek sering mengerjakan rancangan proyek di sana karena seorang kontraktor yang sering mengambil pekerjaan fisik dan pengadaan.

Dari penampilan, Mutiara menyebut Jek sering berpakaian layaknya aktivis pecinta alam kebanyakan. Jek seorang humoris dan menjadi teman bercanda Mutiara dan tidak pernah marah.

“Penampilannya biasa saja, masih tetap kayak anak lapangan, pakai celana lapangan, pakai baju kaus, sepatu gunung,” sebut Mutiara.

Hasil gambar untuk fisip unri

Tak Menaruh Curiga

Lalu, mengapa Jek bisa memiliki bom dan disimpan di Sekretariat Mapala Sakai yang berada di Gelanggang Mahasiswa itu?

“Biasanya di gelanggang dikunci. Tapi Bang Jek merasa itu adalah bagian dari dia, dibuka. Kan pakai gembok, mungkin dibongkar,” sebutnya.

Di salah satu ruangan dalam sekretariat Sakai disimpan bom yang tak pernah diketahui Mutiara. Apalagi selama ini, Jek tak terlihat membawa barang yang aneh, baik itu berupa ransel, ataupun lainnya.

Terkait hubungan Jek dan K, Mutiara menyebutnya sebatas senior dan junior. Keduanya juga disebut tak pernah berkomunikasi intens dan tak pernah pergi berdua.

“Untuk K sendiri, kami berpikiran bahwa dia tidak terlibat. Saya rasa dia hanya sebatas saksi. Kami sepenuhnya mempercayakan keadilan kepada yang berwajib,,” kata Mutiara.

Selaku pimpinan di Mapala itu, Mutiara menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Dia juga menyatakan Mapala Sakai tidak pernah mendidik anggotanya dengan paham radikal yang mengarah ke terorisme.

“Kami minta maaf, karena kejadian ini membuat resah,” ujarnya.