Strategi Pengembang Sasar Hunian Mahasiswa

Pengembang perlu menyusun strategi jika ingin memanfaatkan potensi market properti residensial (hunian) yang menyasar segmentasi mahasiswa. Dengan strategi yang tepat, dipastikan akan banyak mahasiswa atau orangtua mahasiswa yang berminat.

“Sebenarnya kalau untuk mahasiswa, pertama ke unit yang compact dan kecil yang di mana memang mulai dari studio, maupun one bedroom,” kata Director Residential Savills Indonesia Deden Sudarbo dihubungi  di Jakarta.

Konsep hunian yang simpel menurutnya paling cocok untuk mahasiswa. Sebagaimana diketahui, kalangan muda memang membutuhkan segala sesuatu yang praktis dan mudah.

“Di sini yang paling banyak disukai oleh mahasiswa karena mahasiswa kalau dikasih unit gede, malas ngepel, malas ngurusnya, segala macam. Kalau misalnya yang compact paling efektif,” jelasnya.

Selain itu ketersediaan fasilitas semisal internet juga sangat penting diperhatikan oleh pengembang. Sebab di era digital setiap orang ingin selalu terhubung internet. “Gedung harus udah ada internetnya. Jadi untuk Wi-Fi (wireless fidelity) segala macam harus ada. Jadi di gedung itu internet udah harus ada,” terang Deden.

“Terus fasilitas food court (gerai makanan/kantin modern), bukan cuma 1-2 saja. Apartemen kampus beda sama apartemen untuk hunian. Jadi fasilitas harus disediakan untuk mahasiswa. Terus di bawah disewakan berberapa toko untuk keperluan kampus,” lanjutnya.

Dia menambahkan, fasilitas-fasilitas mendasar lainnya juga perlu disediakan oleh pengembang dengan baik. Misalnya minimarket. “Minimarket itu penting, yang komplit. Terus tempat rekreasi, olahraga itu sudah standar. Tapi itu harus diperhatikan developer supaya menarik mahasiswa. Jadi nggak sembarangan,” tambahnya.