Terjaring Razia, Dua Maling Motor Nekat Tabrak Polisi

Sebarkanlah Terjebak dalam razia, dua maling motor di Surabaya nekat menabrak polisi yang menghadangnya. Beruntung, aksi mereka ini dapat diantisipasi oleh petugas yang sudah siaga.

Fathur (31), warga Desa Pamulan, Kecamatan Camplong, Sampang, Madura, dan Mochamad Tinggal (23), warga Desa Paserengan, Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura, diringkus polisi.

Mereka ketahuan hendak menjual motor curiannya ke Surabaya. Namun, mereka justru terjebak oleh razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar oleh polisi.

Alhasil, motor beserta kedua pelaku terpaksa dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penangkapan dua maling motor ini dibenarkan oleh Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih. Dia menjelaskan, penangkapan bermula saat anggotanya menggelar razia di Jalan Pegirikan, Surabaya.

Kedua pelaku saat itu diketahui tengah mengendarai motor Vario dengan nopol L 4011 B. Saat tiba di Jalan Pegirian, keduanya kaget karena melihat banyak polisi sedang menggelar razia.

“Karena bermaksud menghindari razia, mereka pun putar balik. Namun, sudah ada anggota yang mengantisipasi bila ada pemotor yang lari dari razia,” ujarnya, Kamis (6/12).

Anggota yang sudah siaga bermaksud mencegat keduanya melarikan diri. Namun, kedua pelaku malah tancap gas, dan nyaris menabrak anggota yang mencegahnya.

Beruntung polisi tersebut berhasil menghindar dan sempat memegang salah satu tersangka. Akibatnya, kedua pelaku pun jatuh dari motornya.

“Saat kita periksa mereka tidak dapat menunjukkan surat kendaraan. Anggota juga curiga, motor tidak pakai kunci dan lubang kunci juga terlihat rusak. Saat itulah mereka kita tanya soal asal usul motor tersebut,” ungkapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, mereka akhirnya mengaku jika motor yang dibawanya adalah hasil curian. Petugas pun langsung menjebloskan keduanya ke penjara.

“Kita kembangkan lagi terkait dengan jaringan pencuri motor ini,” tegasnya.