Tulis Surat Sebelum Bunuh Diri, Jang Ja Yeon: Tolong Balaskan Dendamku

      Comments Off on Tulis Surat Sebelum Bunuh Diri, Jang Ja Yeon: Tolong Balaskan Dendamku

ama Jang Ja Yeon saat ini kembali menjadi perbincangan. Setelah sembilan tahun berlalu, kasus bunuh diri aktris cantik yang dikenal membintangi drama Boys Over Flower ini kembali dibuka.

Kembali dibukanya kasus ini mengungkapkan banyak fakta mengejutkan yang dilalui Jang Ja Yeon. Sebelum bunuh diri, diketahui Jang Ja Yeon meninggalkan sejumlah surat yang mengungkapkan penderitaannya selama terjun ke dunia hiburan.

Hal itu mendorongnya mengakhiri hidupnya pada 2009 silam karena tak tahan dengan perlakuan manajemennya. Pada 2011, program berita SBS 8 O’clock News sempat mengungkap bahwa ada 50 kontainer berisi dokumen setebal 230 halaman yang merupakan surat dan catatan yang ditulis langsung Jang Ja Yeon dan dikirimkan ke teman-teman terdekatnya.

Dalam sebuah surat yang berjudul “Snow”, digambarkan kisah tentang selebritas tak dikenal yang dipaksa masuk ke dalam industri hiburan yang buruk.

Balas Dendam

Gambar terkait

Seperti yang dikabarkan oleh SBS “8 O’clock News” dan dilansir dari AllKpop, polisi yang menyelidiki kasus Jang Ja Yeon tahu akan fakta ini tetapi mengabaikannya. Dalam salah satu surat tersebut, Jang Ja Yeon meminta agar dendamnya dibalas.

Seorang ahli tulisan tangan telah mengonfirmasi bahwa dokumen itu memang benar milik Jang Ja Yeon.

Balaskan Dendam

Hasil gambar untuk jang ja yeonDalam suratnya, Jang Ja Yeon menuliskan, “Tolong balas dendam[ku]. Tidak ada jalan keluar dari melayani [mereka]. Orang-orang yang datang untuk menerima layanan adalah jahat. Saya dipaksa untuk melayani lebih dari 100 kali.”

Melayani

“Setiap kali saya mendapatkan baju baru untuk dikenakan, saya harus bertemu iblis yang lainnya. Tidak hanya di daerah Kangnam, tetapi saya juga melayani di karaoke daerah Suwon dan berbagai salon,”tambahnya.

Daftar Nama

Hasil gambar untuk jang ja yeon

Jang Ja Yeon juga mengungkapkan bahwa pada hari peringatan kematian orangtuanya, ia masih juga dipaksa untuk melayani. Dalam suratnya, ia juga menuliskan daftar nama orang-orang yang pernah ia layani.

“Karena saya sudah membuat daftar, balaskan dendam saya sampai mati. Bahkan jika aku mati, aku akan membawa balas dendam ini sampai kuburan,” tulisnya.