Viral Pasien Kanker Payudara Belum Dapat Kemoterapi In Kata RS Fatmawati

VIRAL – Pihak Rumah Sakit Fatmawati angkat bicara soal pasiennya, Ayu Agustin, yang mengidap kanker Payudara. Kisah Ayu belakangan viral dan mendapat simpati di dunia maya karena ia belum juga mendapat jadwal kemoterapi meski sudah dua bulan berobat di RS Fatmawati. Padahal, kondisi kanker di Payudara Ayu semakin parah.

Kepala Humas RS Fatmawati Atom Adam mengatakan, Ayu Agustin sampai saat ini belum mendapatkan jadwal kemoterapi karena memang harus mengantre dengan pasien lain.

“Kalau yang saya tahu memang belum ada jadwalnya karena pasien yang sakit serupa juga banyak,” kata Atom kepada Kompas.com, Selasa (26/9/2017).

Atom mengaku sudah berkoordinasi dengan bagian pelayanan medis terkait kondisi Ayu saat ini. Ia juga memberitahukan mengenai video Ayu yang viral saat meminta bantuan dari warganet. Namun, Atom belum bisa mengungkapkan langkah apa yang akan diambil oleh RS Fatmawati.

Secara teori, menurut Atom, bisa saja Ayu dirujuk ke rumah sakit lain yang tidak terlalu antre untuk pelayanan kemoterapinya.

“Bisa saja misalnya ke RS Dharmais, bisa pakai BPJS,” kata dia.

“Tapi saya belum bisa jawab hari ini ya karena itu kan ada bahasa medisnya,” tambahnya.

Melalui sebuah video, Ayu yang mengidap kanker payudara memohon pertolongan netizen. Video itu diambil dan diunggah oleh teman Ayu, Fadila Zazkia Ulfa ke akun Instagram @fadilazu, Senin (25/9/2017). Video tersebut langsung menyebar luas dan banyak mendapat perhatian serta simpati dari warganet.

“Buat teman-teman yang punya kepedulian lebih saya minta tolong untuk secepatnya di kemo (kemoterapi),” kata Ayu dalam video tersebut.

Ibu Ayu, Desi, sebelumnya mengaku sudah mendesak pihak dokter dan Rumah Sakit Fatmawati untuk segera menjadwalkan kemoterapi kepada anaknya. Namun pihak dokter dan rumah sakit menolak.

Ayu baru diminta kembali ke RS Fatmawati pada 17 Oktober mendatang, itu pun untuk menjalani biopsi. Sementara jadwal untuk kemoterapi masih belum jelas.

“Kata dokter enggak bisa (dipercepat). Karena yang sakit begini bukan ratusan orang. Ribuan yang kena penyakit begini,” kata Desi kepada Kompas.com.

Padahal, menurut dokter, kemoterapi penting untuk mengecilkan kanker yang tumbuh di payudara Ayu. Kemoterapi juga harus dijalani 6 sampai 12 kali setiap bulannya. Setelah kanker mengecil, baru lah operasi pengangkatannya dilakukan.

Di tengah jadwal kemoterapi yang belum jelas, kondisi Ayu semakin parah. Payudara Ayu yang sebelah kiri terus mengalami pembengkakan dan pendarahan.

Ayu kesulitan untuk berjalan dan bernafas. Desi juga sudah meminta agar Ayu yang kondisinya makin buruk bisa dirawat di rumah sakit. Namun, pihak dokter merasa hal tersebut tidak diperlukan.

“Kata dokter, kalau kanker enggak ada yang dirawat. Mau dirawat juga ngapain? Begitu-gitu juga. Mendingan di rumah. Di RS itu banyak yang menular karena tidak bagus,” ujarnya.

Akhirnya, Desi bersama suami merawat Ayu dari rumah kontrakan mereka di Kampung Pabuaran Wetan, Desa Ciangsan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.