Wisata Bahari & Kuliner Jadi Andalan Australia Untuk Tarik Turis Indonesia

JakartaAustralia punya banyak destinasi untuk dikunjungi. Tapi menurut Menpar Australia, wisata bahari dan kuliner tetap jadi andalan untuk menarik turis Indonesia.

detikTravel mendapatkan kesempatan eksklusif untuk mewawancarai The Hon Steven Ciobo MP, Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia di sela-sela acara Tourism Networking Event Indonesia Australia Business Week (IABW) 2017.

Steven mengungkapkan ada banyak destinasi unggulan yang bisa jadi pilihan bagi turis Indonesia yang liburan ke Australia. Dari mulai wisata belanja, sampai keindahan alam yang masih sangat alami. Namun dari sekian banyak jenis destinasi, wisata bahari dan juga kuliner akan jadi fokus utama bagi Steven untuk ditawarkan ke turis Indonesia.

“Kami sangat fokus untuk mempromosikan wisata bahari Australia. Ada banyak hal menarik dan beragam yang bisa digali dari perairan Australia, terutama di Sydney dan juga Melbourne. Kami juga fokus mempromosikan restoran lokal yang menyajikan makanan dan juga wine terbaik Australia, kualitas yang tidak bisa Anda dapatkan di tempat lain di dunia,” ungkap Steven di Ciputra Artpeneur Gallery Level 11, Jalan Prof Dr Satrio Kav 3-5, Jakarta, Senin (6/3/2017) malam.

Selain 2 jenis wisata itu, masih ada beragam destinasi pilihan yang ditawarkan Tourism Australia, tergantung dari minat wisatawan dari Indonesia itu sendiri. Seperti contohnya ada banyak pantai-pantai cantik, hingga destinasi wisata belanja yang menarik.

“Hal menari dari Australia adalah destinasinya yang sangat beragam. Bagi kamu yang suka liburan ke pantai tropis, silakan pergi ke Cairns, atau Gold Coast. Buat yang suka belanja, ada Sydney, Melbourne, Gold Coast, dan juga Perth. Buat yang suka alam yang masih alami bisa ke Tasmania. Buat yang mau wisata kuliner dan minum wine bisa ke Margaret River di West Australia. Jelas sangat beragam tergantung keinginan turis itu sendiri,” jelas Steven.

Target Pemerintah Australia sendiri, turis Indonesia diharapkan mampu menyumbang pemasukan hingga AU$ 1 Miliar (setara Rp 10,2 T) di tahun 2020. Jumlah itu melebihi angka saat ini, yaitu sekitar AU$ 700 Juta (setara Rp 7,1 T).

“Yang kami inginkan adalah visibilitas dari Australia terus meningkat di mata turis Indonesia. Kami tahu ada ketertarikan lebih daripada tahun-tahun sebelumnya. Kami harap akan lebih banyak lagi turis Indonesia yang liburan lebih lama, dan menghabiskan lebih banyak uang di Australia,” tutup Steven